Empty space in the sky

Kamis, 31 Oktober 2013

Rasanya melihat diriku sendiri menjadi orang yang memiliki keterbatasan dan ketergantungan. Ketergantungan pada obat , pada orang lain dan pada dirikusendiri .
jarum jammelaju lambat..
lambat..
kakiku terus mendekat . aku rentangkan tanganku lebar-lebar


i believe i can fly ...
i believe i can touch the sky ...
i think about it everynight and day.
Spread my wings and fly away....
Melayang.. tubuhku terasa sangat  ringan .. begitu ringan .. ringan dan ringan...
Jarum jam berputar lambat....

Teriakan demi teriakan bersahutan , pada perempuan berbaju putih itu berdatangan . aku merasa terus melayang-layang ditempat yang asing . melayang ringan dan semakin ringan . hingga aku behenti pada sebuahtepian awan dan bertemu dengan orang tua berambut dan berubah putih . ia tersenyum dan mengusap kepalaku , kehangatan menjalar kesemua tubuhku .
                “belum waktunya kamu ada disini, Nak” . bapak tua itu tersenyum dan berjalan meninggalkanku sendiri . akutertidur dengan lelap diatas awan itu .
                Ia memelukku dengan erat .hingga tergugu dan menangis hingga lelah . merasakan lidahku melepuh sulituntuk merasakan makanan apalagi mengunyah dan menelannya. Aku sudah luparasanya manis,asin,asem atau rasa lainnya selain sakit . tubuhku terasa dekatsekali dengan  perapian dan membuatkulitku terpanggang. Gigiku linu luar biasa, semua yang kulakukan serba salah .aku sendiri bahkan tidak tahu lagi apa yang ku inginkan untuk meredakan rasasakit itu selain ingin mati!
                Aku ingin mati dengan carakusendiri , bukan dengan karena obat-obatan sialan itu . apasih alasan tuhanmenyelamatkan aku ? toh hidupku pun tidak lagi berguna buat oang lain . akulelah memikirkan apa yang direncanakan Tuhan untukku . aku seperti orang yanghidup segan mati pun sudah .
                Sayup-sayup aku mendengar suaraperempuan sedang berbicara . aku terbangun ditengah ruangan yang sudah akuhafal tata letak barangnya . tak ada awan putih , tak ada kakek tua , yang adahanyalah suara tv dan suara ibu menutup telpon dengan mata sembab.
                Aku merasa ada dalam sebuahambang ketidakpastian . hidupku hampir setahun ini memang berubah drastis .mungkin beginilah cara Tuhan mengaakan aku bahwa hidup itu adakalanya di atasdan di bawah , adakalanya sehat dan sakit . dan sekarang adalah masa sakitku .,masa sakit panjang yang tak terperi ... yang entah akan berujung kapan dan dimana .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS